Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes

Penulis

  • Rezqi Handayani Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Nurul Qamariah Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Muhammad Izmiansyah

DOI:

https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.9111

Kata Kunci:

Traditional Medicine, Acne, Inhibition Test, Propionibacterium acnes, Saluang Belum Stem

Abstrak

Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) adalah tumbuhan yang dikenal sebagai obat tradisional di Kalimantan Tengah. Batang L. sarmentosa Kurz dipercayai memiliki manfaat secara empiris sebagai antioksidan yang dimanfaatkan sebagai anti-aging (anti penuaan dini). Batang L. sarmentosa Kurz mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, saponin, steroid dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Berdasarkan khasiat empiris dan kandungan metabolit sekunder yang ada dalam tumbuhan L. sarmentosa Kurz, maka dilakukan penelitian tentang aktivitas daya hambat ekstrak etanol tumbuhan ini terhadap bakteri P. acnes yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz terhadap bakteri P.acnes. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pengambilan simplisia, pembuatan ekstrak etanol dengan metode perkolasi dan uji daya hambat dengan menggunakan metode Disk Difusion yang menggunakan kontrol positif antibiotik klindamicin. Analisis data dilakukan dengan membandingkan lebar zona hambat dari ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz  dengan kategori penghambatan antimikroba klindamisin berdasarkan diameter zona hambat dari Clinical and Laboratory Standards Institute.  Hasil uji daya hambat didapatkan zona hambat ekstrak etanol batang Saluang Belum pada semua konsentrasi 0,5%, 1%, 5%, 10% dan 15% secara berturut-turut yaitu  Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible dan Susceptible dan hasil dari zona hambat klindamicin pada semua konsentrasi 0,5%,1%,5%,10%,dan 15% adalah susceptible. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.acnes.           Kata Kunci: Obat Tradisional, Jerawat, Uji Daya Hambat, Propionibacterium acnes, Batang Saluang Belum Saluang belum (Luvunga sarmentosa Kurz) is one of traditional medicine in Central Kalimantan. The stem of L. sarmentosa Kurz is believed to have empirical benefits as an antioxidant which is used as anti-ageing (anti-ageing). The stem of L. sarmentosa Kurz contains secondary metabolites, namely tannins, saponins, steroids and flavonoids which are thought to have antibacterial activity. Based on the empirical properties and the content of secondary metabolites in L. sarmentosa Kurz, a study was conducted on the inhibitory activity of this plant's ethanol extract against P. acnes, which is one of the bacteria that causes acne. The purpose of this study was to determine the inhibitory activity of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem against P.acnes bacteria. The research method carried out in this study started from taking simplicia, making ethanol extract using the percolation method and the inhibition test using the disk diffusion method which used a positive control of the clindamycin antibiotic. Data analysis was performed by comparing the inhibition zone width of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem with the clindamycin antimicrobial inhibition category based on the inhibition zone diameter of the Clinical and Laboratory Standards Institute. The results of the inhibition test obtained the inhibition zone of Saluang Belum stem ethanol extract at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10% and 15% respectively, Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible and Susceptible and the results of the inhibition zone. Clindamycin at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10%, and 15% are susceptible. This research concludes that the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem can inhibit the growth of P.acnes bacteria.

Biografi Penulis

Rezqi Handayani, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Pharmacy

Nurul Qamariah, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Herbal Medic

Referensi

Anggriani, M. F, 2018, Identifikasi dan Potensi Senyawa Metabolit Sekunder Pada Akar Tumbuhan Saluang Belum (Lavanga sarmentosa (Blume) Kurz) Sebagai Afrodisiak, Journal Ilmiah Kanderang Tingang Vol. 9(1): 97-102

CLSI, 2016, Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing. 26th ed, CLSI M100S, Clinical Laboratory Standards Institute.

Cowan, M. M, 1999, Plant Product As Microbial Agents, Clinical Microbology Review Vol. 2: 564-582.

Davis, W. W dan T. R. Stout. 1971. Disc Plate Method of Microbiological Antibiotic Essay. Journal of Microbiology 22(4): 659-665.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Materia Medika Indonesia Jilid IV, Jakarta

Hendra, R., Ahmad, S., Sukari, A., Shukor, M. Y. & Oskoueian, E, 2011, Flavonoid analyses and antimicrobial activity of various parts of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl fruit. Int J Mol Sci, Vol.12: 3422-3431

Khairiannur, 2017, Standarisasi Simpilisa dan Ekstrak Kayu Saluang Belum Asal Kabupaten Katingan., Karya Tulis Ilmiah, Universitas Muhammadiyah Palangkara, Palangka Raya.

Komala, O., Ella, N. & Andhika, D, 2018, Uji Antibakteri dan Formulasi Sediaan Masker Anti Jerawat yang Mengandung Kayu Manis, Ekologia Vol. 18(1): 31-39

Madduluri, S., Rao. K. B. & Sitaram, B, 2013, In Vitro Evaluation of Antibacterial Activity of Five Indegenous Plants Extract Against Five Bacterial Pathogens of Human, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences Vol. 5(4): 679-684.

Min, B. R., Pinchak, W. E., Merkel, R., Walker, S., Tomita, G., & Anderson, R. C, 2008, Comparative Antimicrobial Activity of Tannin Extracts from Perennial Plants on Mastitis Pathogens, Scientific Research and Essay, 3(2): 066-073.

Noorcahyati, 2012, Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan. Balikpapan Kalimantan Timur, Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber daya Alam, Balikpapan.

Neethu SK, Santhoshkumar R. 2016. Phytochemical analysis and antimicrobial activities of Annona squamosa (L) leaf extracts. J Pharmacogn Phytochem. 5(4): 128-31.

Putra, R.E.D., Homenta, H. dan Wowor, V.N.S. 2017. Uji Daya Hambat Perasan Jeruk Purut Citrus hytrix terhadap bakteri Staphylocuccus aureus secara in vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi. 6(1):65-66.

Praptiningsih, Y., 1999. Teknologi Pengolahan. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Jember.

Rastina., Sudarwanto, M. & Wientarsih, I, 2015, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas sp, Jurnal Kedokteran Hewan Vol. 9(2): 185- 188.

Rijayanti. R. P, 2014, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) Terhadap Staphylococus Aureus Secara In Vitro. Naskah Publikasi, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Rosidah, I. Zainuddin, R. M., Hismiaty, B. & Muhamad, S, 2017,Optimasi Kondisi Ekstraksi Senyawa Total Fenolik Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Menggunakan Response Surface Methodology, Media

Litbangkes Vol.Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur, G. & Kaur, H, 2011, Phytochemical screening and extraction: a review, Internationale Pharmaceutica Sciencia Vol. 1:98-106

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-02-28

Terbitan

Bagian

Jurnal Pharmascience