Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien HIV/AIDS Rawat Jalan dalam Pengobatan Terapi Antiretroviral (ART) di Rumah Sakit Dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.20527/jps.v6i1.6081Abstrak
ABSTRAK            Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tatalaksana terapi HIV/AIDS adalah dengan pemberian antiretroviral (ARV) seumur hidup sehingga kepatuhan mengkonsumsi obat merupakan faktor penting untuk keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan pasien HIV/AIDS alasan pasien tidak patuh mengkonsumsi obat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara faktor keyakinan, faktor dukungan sosial, faktor pendidikan, efek samping obat yang dialami pasien dengan kepatuhan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di poliklinik VCT RS Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Kepatuhan pasien diukur dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan faktor kepatuhan diukur dengan kuesioner ACTG. Hasil analisis kepatuhan pada penelitian menunjukkan bahwa 32 (51,6%) pasien memiliki nilai kepatuhan yang tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pasien memiliki keyakinan yang tinggi sebanyak 34 pasien (54,8%), pasien memiliki dukungan sosial yang tinggi sebanyak 45 pasien (72,6%), pasien yang tidak merasakan efek samping sebanyak 33 pasien (53,2%), dan alasan pasien lupa mengkonsumsi obat tertinggi adalah pasien merasa keadaan yang dialaminya baik-baik saja sebanyak 14 orang (46,6%). Terdapat korelasi yang signifikan antara kepatuhan dengan efek samping obat (p=0,002, r= -0.326). Kata kunci: kepatuhan, faktor yang mempengaruhi kepatuhan, MMAS-8, ACTG, HIV/AIDS     ABSTRACT Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a set of illness symptoms, which is caused by Human Immunodeficiency Virus (HIV). As the HIV/AIDS therapy has to be consumed over a lifetime for the patients, the compliance on taking antiretroviral (ARV) medications is essential. This study aims to evaluate the compliance of HIV/AIDS outpatients and the reasons of patients incompliance. This study also examine the correlation between the beliefs, social support, education, and adverse medication events factors with ARV medication’s incompliance. The study design was cross sectional study design. The research was done in policlinic of VCT Dr. H.MOCH.SALEH hospital, Banjarmasin. The incompliance was obtained by having the ACTG questioners. The results of the compliance analysis in this study was 32 (51,6%) patients have a high compliance score. The result also showed that 34 patients (54.8%) had great belief, 45 patients (72.6%) had great social support and 33 patients (53.2%) did not get the drug side effects. Furthermore, the reason not to comply with the medicine was due to their conditions which were considered fine without medication (34 patients (37.4%)). The correlation between compliance and the drug side effects was significance (p=0,002, r= -0.326) Keywords: compliance, affected factors compliance, MMAS-8, ACTG, HIV/AIDSReferensi
Depkes, RI. 2006. Situasi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 1987-2006. Departemen Keseharan Republik Indonesia, Jakarta
______, RI. 2011. Pedoman Nasional Tata Laksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral Pada Orang Dewasa. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Fithria, R.F., A. Purnomo, Z. Ikwati. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan ARV (Anti Retro Viral) Pada ODHA (Orang Dengan Hiv/Aids) Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Dan Rumah Sakit Umum Panti Wilasa Citarum Semarang. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 1(2).
Galistiani, G. F. & L. Mulyaningsih. 2013. Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Pada Pasien HIV/AIDS Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Media Farmasi. 10(2) : 94-103.
Kemenkes, RI. 2007. Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral Edisi Ke Dua.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Latif, F., I. L. Maria, M. Syafar. 2014. Efek Samping Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Orang Dengan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 9(2):101-106.
Lumbantu, V. V., L. T. Maas, A. I. Lubis. 2012. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) Dalam Menjalani Terapi Antiretroviral Di RSU. Dr. Pringadi Medan. Tahun 2012. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sari Mutiara.
Margaret, A. 2000. Factors Affecting Adherence to Antiretroviral Therapy. School of Medicine. University of California, San Fransisco.
Martoni, W., H. Arifin, & Raveinal. 2013. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien HIV/AIDS di Poliklinik Khusus Rawat Jalan Bagian Penyakit Dalam RSUP dr. M. Djamil Padang Periode Desember 2011-Maret 2012. Jurnal Farmasi Andalas. 1(1).
Nasronudin. 2007. HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler, Klinis dan Sosial. Airlangga University Press: Surabaya.
Sugiharti, Y. Yuniar, & H. Lestary. 2014. Gambaran Kepatuhan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) dalam Minum Obat ARV di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Tahun 2011-2012. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat
Yuyun, Y. R. S. Handayani, & N. K. Aryastami. 2012. Faktor-Faktor Pendukung Kepatuhan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dalam Minum Obat Antiretroviral di Kota Bandung dan Cimahi. Buletin Penelitian Kesehatan. 41(2): 72-83.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)
