Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) Pada Pasien Dewasa Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta Periode Tahun 2020-2023

Penulis

  • Delviana Puspita Sari Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • Rolando Rahardjoputro Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • Adhi Wardhana Amrullah Universitas Kusuma Husada Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.20527/jps.v12i1.20125

Kata Kunci:

GERD, Rasionalitas, Dewasa, Rawat Inap, PPI

Abstrak

Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi di mana cairan lambung/isi perut kembali ke kerongkongan. Rasionalitas penggunaan obat merupakan proses penjaminan mutu resmi dan terstruktur, dilakukan secara konsisten untuk menjamin kelayakan, keamanan, dan kemanjuran obat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat GERD pada pasien dewasa di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2020-2023. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh secara retrospektif. Sampel yang digunakan rekam medik pasien dewasa yang terdiagnosis GERD tahun 2020-2023 berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel pasien dewasa yang menderita GERD, mayoritas perempuan sebanyak 61%, dengan usia rata-rata 56-65 tahun sebanyak 33%. Profil penggunaan obat pada pasien GERD paling banyak menggunakan variasi terapi obat monoterapi mencapai 83%, dengan golongan obat PPI (Proton Pump Inhibitor)sebanyak 80% dan jenis obat yang paling sering digunakan adalah omeprazole 40 mg iv sebanyak 55%. Penggunaan terapi obat GERD berdasarkan tepat diagnosis diperoleh persentase sebesar 100%, tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 97%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat interval waktu pemberian 100%, tepat lama pemberian 100%, dan tepat penilaian kondisi pasien 100%.

Biografi Penulis

Delviana Puspita Sari, Universitas Kusuma Husada Surakarta

Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Rolando Rahardjoputro, Universitas Kusuma Husada Surakarta

Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Adhi Wardhana Amrullah, Universitas Kusuma Husada Surakarta

Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Referensi

Abassi, R., Abassi, F., Mosavizadeh, A., Sadeghi, H., & Keshtkari, A. (2020). Comparison the Effect of Omeprazole, Esomeprazole and Lansoprazole on Treatment of Gastroesophageal Reflux Disease in Infants. Journal of Clinical Care and Skills, 1(3), 127–132.https://doi.org/10.52547/jccs.1.3.127

Aguilera, L. C., Carlos, M. D. A. . P., & Agustin, A. N. (2016). Practical Consideration In The Management Of Proton Pump Inhibitors. Journal Rev Esp Enferm Dig, 108(2), 145–153.

Argyrou, A., Legaki, E., Koutserimpas, C., Gazouli, M., Papaconstantinou, I., Gkiokas, G., & Karamanolis, G. (2018). Risk factors for gastroesophageal reflux disease and analysis of genetic contributors. World Journal of Clinical Cases, 6(8), 176–182. https://doi.org/10.12998/wjcc.v6.i8.176

Barroso, A. O. (2015). Points to remember: gastrointestinal pearls for the cardiovascular clinician. Methodist DeBakey Cardiovascular Journal, 11(1), 65. https://doi.org/10.14797/mdcj-11-1-65

Dipiro, J., Yee, G., Posey, L. M., Haines, S. T., D.Nolin, T., & Elingrod, V. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Eleven Edition. In American Journal of Health-System Pharmacy (Vol. 54, Issue 14). https://doi.org/10.1093/ajhp/54.14.1668

Friyanto, D., & Lestari, S. (2019). Analisis Penggunaan Obat Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Jurnal Sains Dan Ilmu Farmasi, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.36805/jpx.v4i1.614

Kemenkes RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Rasional, 3–4.

Komite Medik. (2021). Panduan Praktik Klinis KSM Penyakit Dalam Tahun 2021-2024 RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Kristiyowati, A. D. (2020). Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau Dari Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) di Rumah Sakit IMC Periode Januari - Maret 2019. Prosiding Senantias, 1(1), 277–286.

Kudaravalli, P., Patel, P., & John, S. (2024). Sucralfate. StatPearls. https://www. ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551527%0A%0A

Kuswono, A. D., Yurizali, B., & Akbar, R. R. (2021). Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Dengan GERD-Q Pada Mahasiswa Kedokteran. Baiturrahmah Medical Journal, 1, 1.

MacFarlane, B. (2018). Management of gastroesophageal reflux disease in adults: a pharmacist’s perspective. Integr Pharm Res Pract., 5(7), 41–52.

Manterola, C., Grande, L., Bustos, L., & Otzen, T. (2020). Prevalence of gastroesophageal reflux disease: A population-based cross-sectional study in southern Chile. Gastroenterology Report. https://doi.org/10.1093/gastro/goaa002

Meiningsih, A. (2022). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Purbowangi Gombong Periode Tahun 2019-2020. Borneo Journal of Pharmascientech, 6(1), 19–24. https://doi.org/10.51817/bjp.v6i1.379

Noviyanto, F., Nazwita, S., Shobah, A. N., & Nursifa, A. (2024). Gambaran Rasionalitas Penggunaan Obat pada Pasien Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) Rawat Jalan di Rumah Sakit Malingping. 6, 129–137.

Patala, R., Tandi, J., Ulzmi, N., & Fahruddin, F. (2021). Rasionalitas Penggunanaan Obat Pada.Pasien GERD Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 6(1), 62. https://doi.org/10.20961/jpscr.v6i1.43170

Rahardjoputro, R., permata Sari, Y. I., Nasriyah, C., Fratama, F. F., Luhurningtyas, F. P., Dirga, Silaban, C., Hidayaturahmah, R., Nabila, N. A., Rajin, M., Adliani, N., & Wahyudi, A. (2024). Farmakologi Dasar dan Klinik (Panduan Praktis) (M. J. F. Sirait (ed.); 1st ed.). Yayasan Kita Menulis.

Rahman, A. A., Maulidina, W., & Kosasih, E. D. (2019). Terapi Awal Pada Pasien GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soekardjo Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang, 6(2), 69.

Suherman, L., Ramdani, R., Septiani, V., Indrayani, W., Islamiyah, A. N., & Hasyim, P. (2021). Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Salah Satu Rumah Sakit Bandung.

Suputra, I. G. L. R. D., & Saputra, I. W. E. (2023). Hubungan Gastroesophageal Reflux Disease Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Rawat Jalan Di Rsud Sanjiwani Gianyar. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(2), 1546–1553. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i2.9378

Syam, A. F., Hapsari, P. F. C., & Makmun, D. (2016). The Prevalence and Risk Factor of GERD Among Indonesian Medical Doctors. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 20(2), 35–40.

Young, A., Kumar, M. A., & Thota, P. N. (2020). GERD: A practical approach. Cleveland Clinic Journal of Medicine, 87(4), 223–230. https://doi.org/10.3949/ccjm.87a.19114

Yuswar, M. A., Aisiyah, N., & Purwanti, N. U. (2023). The Rationality of Drug Use in GERD Patients at The Outpatient Installation of RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Jurnal Kesehatan, 14(1), 49. https://doi.org/10.26630/jk.v14i1.3530

Zein, A. F. M. Z., Sulistiyana, C. S., Permatasari, T. O., Khasanah, U., Masykuroh, T., CorneliPratamawati, D. L., Ismayanti, I., & Suhaeni, E. (2021). The Prevalence and Habit-associated Risk Factors of Gastroesophageal Reflux in Disease among Fishermen in Indonesia. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology and Digestive Endoscopy, 22(3), 174–179.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-03-29