Analisis Kadar Kafein pada Minuman Kopi Kekinian di Bekasi Timur dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.20527/jps.v10i2.14605

Kata Kunci:

Minuman Kopi Kekinian, Kopi Susu Gula Aren, Kafein, Spektrofotometri UV-Vis, Bekasi Timur

Abstrak

Jumlah coffee shops di Bekasi Timur terus bertambah karena meningkatnya minat masyarakat terhadap konsumsi kopi kekinian yang variasi menunya lebih beragam dan modern. Kopi mengandung senyawa kafein yang jumlah konsumsinya perlu diperhatikan. Menurut SNI 01-7152-2006 batasan maksimum kafein dalam minuman adalah 50 mg persajian. Jumlah kafein yang melebihi batas dapat menyebabkan insomnia, cemas, gelisah, panik, tremor, palpitasi, takikardia, aritmia dan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar kafein pada minuman kopi kekinian di Bekasi Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif menggunakan reagen Parry dan analisis kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 272,7 nm. Penelitian pendahuluan dilakukan sebelum analisis kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kopi susu gula aren merupakan varian menu kopi kekinian yang paling diminati dengan harga maksimal Rp25.000 dan intensitas konsumsi kopi sebanyak 1 gelas perhari. Hasil uji kualitatif dengan reagen Parry didapatkan bahwa 11 sampel yang diidentifikasi positif mengandung kafein. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar kafein dengan kode A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, dan K secara berturut-turut adalah sebesar 42 mg, 38 mg, 39 mg, 61 mg, 32 mg, 45 mg, 53 mg, 36 mg, 44 mg, 18 mg dan 44 mg. Sebanyak 2 dari 11 sampel kopi kekinian di Bekasi Timur mengandung kafein melebihi batasan maksimum yang telah ditetapkan.

Biografi Penulis

Aprilia Lestari, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh

Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh, Bekasi, Indonesia

Sari Defi Okzelia, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh

Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh, Bekasi, Indonesia

Wahyuni Wahyuni, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh

Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh, Bekasi, Indonesia

Referensi

Alfirahmi. (2019). Fenomena Kopi Kekinian di Era 4.0 Ditinjau dari Marketing 4.0 dan Teori Uses and Effect. Lugas Jurnal Komunikasi, 3(1), 24–32.

Databoks. (2020). Konsumsi Kopi Domestik di Indonesia Terus Meningkat selama 5 Tahun Terakhir. https://databoks.com

DepKes. (1995). Farmakope Indonesia (Edisi IV). Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Elfariyanti, Silviana, E., & Santika, M. (2020). Analisis Kandungan Kafein Pada Kopi Seduhan. Lantanida Journal, 8(1), 1–12.

Eurachem Guide. (2014). The Fitness for Purpose of Analytical Methods – A Laboratory Guide to Method Validation and Related Topics (2nd ed). www.eurachem.org

Fajriana, N. H., & Fajriati, I. (2018). Analisis Kadar Kafein Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Variasi Temperatur Sangrai Secara Spektrofotometri Ultra Violet. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 3(2), 148–162.

Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2018). Spektroskopi Molekuler Untuk Analisis Farmasi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Gunawan, S. G., Nafrialdi, R. S., & Elysabeth. (2012). Farmakologi dan Terapi (Edisi V). Badan Penerbit FKUI. Jakarta

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode Dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 1(3), 117–135.

Katzung, B. G., Masters, S. B., & Trevor, A. J. (2012). Basic & Clinical Pharmacology (12th ed., Issue C). The McGraw-Hill Companies, Inc.

Latunra, A. I., Johannes, E., Mulihardianti, B., & Sumule, O. (2021). Analisis Kandungan Kafein Kopi (Coffea arabica) Pada Tingkat Kematangan Berbeda Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS. Jurnal Ilmu Alam Dan Lingkungan, 12(1), 45–50.

Kemenkes RI. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Mahendradatta, M. (2007). Pangan Aman dan Sehat: Prasyarat Kebutuhan Mutlak Sehari-hari. Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin. Makassar.

Maramis, R. K., Citraningtyas, G., & Wehantouw, F. (2013). Analisis Kafein Dalam Kopi Bubuk Di Kota Manado Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(4), 122–128.

Mutmainnah, N. (2017). Penentuan Suhu dan Waktu Optimum Penyeduhan Batang Teh Hijau (Camelia Sinensis L.) Terhadap Kandungan Antioksidan Kafein, Tanin dan Katekin. UIN Alauddin Makassar.

Riyanto. (2014). Validasi & Verifikasi Metode Uji: Sesuai Dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Penerbit Deepublish. Yogyakarta.

Sweetman, S. C. (2009). Martindale: The Complete Drug Reference (36th ed.). The Pharmaceutical Press. https://doi.org/10.1093/nq/172.19.333-a.

Tjahjani, N. P., Chairunnisa, A., & Handayani, H. (2021). Analisis Perbedaan Kadar Kafein Pada Kopi Bubuk Hitam dan Kopi Bubuk Putih Instan Secara Spektrofotometri UV-Vis. Cendikia Journal Farmacy, 5(1), 52–62.

Toffin, & Mix. (2020). Brewing in Indonesia: Insights For Successful Coffee Shop Business. Toffin Indonesia.https://insight.toffin.id/toffin-stories/toffin-indonesia-merilis-riset-2020-brewing-in-indonesia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-10-23

Terbitan

Bagian

Jurnal Pharmascience