Antioksidan Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B&K)
DOI:
https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.9108Keywords:
Leaves, Antioxidant Potential, Endemic, IC50, Ethanol Extract, PhenolicAbstract
Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional Dayak Meratus sebagai obat diare, demam, dan malaria. Tanaman ini dicurigai memiliki nilai antioksidan tinggi karena mengandung metabolit skunder fenolik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun E. inulifolium serta nilai IC50-nya. Penelitian ini menggunakan metode DPPH dengan instrumen spektofotometri UV-vis dengan panjang gelombang 517 nm. Dari hasil perhitungan dan replikasi nilai IC50 yang didapat sebesar 38,9 ppm. Ekstrak daun E. inulifolium memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dalam meredam radikal bebas. Kata Kunci: Daun, Potensi Antioksidan, Endemik, IC50, Ekstrak Etanol, Fenolik Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) leaves are one of the endemic plants of South Kalimantan. From generation to generation it is used as a traditional medicine for Dayak Meratus as a medicine for diarrhea, fever, and malaria. This plant is suspected of having high antioxidant value because it contains phenolic secondary metabolites. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the methanol extract of E. inulifolium leaves and its IC50 value. This study used the DPPH method with spectophotometer UV-vis instrument at wavelength of 517 nm. From the calculation and replication, the IC50 value obtained is 38.9 ppm. E. inulifolium leaf extract has very strong antioxidant activity in reducing free radicals.ÂReferences
Departemen Kesehatan Republik Indonesia., 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Edisi I, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat Traditional, Jakarta.
Febrianti Dwi Rizki1, Mahrita, Novia Ariani, Aditya Maulana Perdana Putra, Noorcahyati, 2019, Uji Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K), Jurnal Pharmascience, Vol. 06, No.02, Oktober 2019, hal: 19 – 24
Febrianti Dwi Rizki2, Novia Ariani, Rakhmadhan Niah, Rahmatul Jannah, 2019, Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Jeruk Siam Banjar (Citrus reticulata), Jurnal Insan Farmasi Indonesia 2(1) hal 1-6.
Inggrid, H.M., dan H Santoso., 2014, Ekstraksi Antioksidan dan Senyawa Aktif Dari Buah Kiwi (Actinidia deliciosa). Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Universitas Khatolik Parahyangan.
Jami’ah, S. R., Mus, I., Jastria, P., Eny, N., 2018, Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil), Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 4(1) : 33-38.
Noorcahyati, 2012, Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan. Balikpapan Kalimantan Timur:Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber daya Alam.
Nurjanah, A., Abdulla, A., Apriand., 2011, Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif pada Keong Ipong-Ipong (Fasciolaria salmo), Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. XIV(1):22-29.
Sa’adah, L., 2010, Isolasi dan identifikasi senyawa tanin dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi l.), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Tran, M.H., To, D. C., Nguyen, H.D., 2011, Flavonoid Glycoside from Chromolaena odorata Leaves and their in Vitro Cytotoxic Activity, Journal of Chem Pharm. Bull. 59(1) 129-131.
Yuhernita dan Juniarti., 2011, Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dari Ekstrak Metanol Daun Surian yang Berpotensi sebagai Antioksidan, Makara Sains 15(1):48-52.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)
