Kemampuan Daya Hambat Beberapa Produk Sampo Antiketombe Dengan Kandungan Bahan Aktif Berbeda Terhadap Jamur Candida albicans

Authors

  • Resmila Dewi STIKes Assyifa Aceh
  • Erda Marniza STIKes Assyifa Aceh
  • Widya Angreni STIKes Assyifa Aceh
  • Sutriani Kaliu Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.20527/jps.v12i1.18749

Keywords:

Sampo, Antiketombe, Daya Hambat, Jamur, Candida albicans

Abstract

Ketombe merupakan suatu kondisi yang tidak normal pada kulit kepala yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penggunaan sampo antiketombe saat keramas membantu menghambat pertumbuhan jamur tersebut. Sampo antiketombe mengandung berbagai bahan aktif yang berperan dalam mengurangi infeksi pada kulit kepala dan menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan daya hambat antijamur beberapa sampo antiketombe dengan bahan aktif berbeda terhadap C. albicans. Uji kemampuan daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Varience (ANOVA) menggunakan SPSS 27 dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap enam sampo antiketombe dengan bahan aktif berbeda yaitu piroctone alamine, selenium sulfida, tea tree oil, asam salisilate, ketokonazole dan zinc pyrithione menunjukkan bahwa masing-masing memiliki perbedaan yang signifikan dalam menghambat jamur C.albicans dengan diameter zona hambat sebesar 20 mm, 30 mm, 18 mm, 29 mm, 34, mm dan 41 mm. Berdasarkan zona hambat yang terbentuk, maka dapat disimpulkan bahwa sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif zinc pyrithione memiliki aktivitas daya hambat lebih baik terhadap jamur C.albicans dibanding dengan sampo yang mengandung bahan aktif lainnya.

Author Biographies

Resmila Dewi, STIKes Assyifa Aceh

Farmasi

Erda Marniza, STIKes Assyifa Aceh

Program Studi Diploma Farmasi

Widya Angreni, STIKes Assyifa Aceh

Program Studi Diploma Farmasi

Sutriani Kaliu, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP

References

Arimurti, A., Robiatul, A., dan Ridhawati, S. (2018). Perbandingan Selenium Sulfida 1%, Zink Pirition 1%, dan Kombinasi Keduanya Untuk Mengatasi M. globosa In Vitro. eJournal Kedokteran Indonesia, 6(1), 45-49. https://doi.org/10.23886/ejki.6.7740.

Basarang, M., Muhammad, R. R., dan Riskiah, D. J. (2022). Kemampuan Senyawa Antiketombe dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur yang Diisolasi Dari Ketombe. Lontara Journal of Health Science and Technology, 3(2), 134-142. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v3i2.320

BPOM RI. (2009). Faktor-Faktor Penyebab Ketombe. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.

Carson, C.F., Katherine, A.H., dan Riley, TV. (2006). Melaleuca alternifolia (Tea Tree) Oil: a Review of Antimicrobial and Other Medicinal Properties. Clinical Microbiology Reviews, 19(1), 50-62.

Dewi, R., Rinto., M.N., dan Idola, D.Y.N. (2019). Antimicrobial Activity of Chitosan from Milkfish Scales (Chanos chanos) on the Oral Pathogen Candida albicans. International Journal of Nursing and Health Science, 6(4), 54-58.

Dietrich, L. A. dan Tim, S. F. (2013). Candida albicans: Symptom, Causes, and Treatment Options. Nova Biomedical, USA.

Ermawati, Y. (2013). Penggunaan Ketoconazole Pada Pasien Tinea corporis. Medula, 1(3), 82-91. https://doi.org/10.53089/medula.v9i3

Erwiyani, A.R., Riska, A.P., Istianatus, S., Anasthasia, P. (2023). Formulasi dan Evaluasi Sampo Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita maxima D.), Majalah Farmasetika, 8 (2), 164-174. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v8i2.43686

Harahap, M. (2000). Ilmu Penyakit Kulit. EGC, Jakarta.

Koeth, L. M. dan Linda, A. M. (2022). Manual of Clinical Microbiology: Antimicrobial Susceptibility Test Methods: Dilutian and Disk Diffusion Methods. American Society for Microbiology Press, Washington.

Li, W., Hai-Ling, L., Qing-Shan, S., Ting-Li, S., Xiao-Bao, X., Bing, S., dan Xiaoe-Mo., H. (2016). The Dynamics and Mechanism of the Antimicrobial Activity of Tea Tree Oil Agaist Bacteria and Fungi. Applied Microbial and Cell Physiology, 100, 8865-8875. https://doi.org/10.1007/s00253-016-7692-4

Malonda, T.C., Paulina, V,Y.Y., dan Gayatri, C. (2017). Formulasi Sediaan Sampo Antiketombe Ekstrak Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) dan Uji Aktivitasnya Terhadap Jamur Candida albicans ATCC 10231 Secara In Vitro. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT, 6(4), 97-109. https://doi.org/10.35799/pha.6.2017.17725

Mawaddah, S.I. (2014). Formulasi Sediaan Sampo Antiketombe dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Uji Aktivitas Terhadap Pertumbuhan Jamur Malassezia sp. Tesis. Universitas Islam Bandung.

Narshana, M. dan Ravikumar, P. (2018). An Overview Of Dandruff and Novel Formulations As A Treatment Strategy. International Journal Pharmaceutical Sciences and Research, 9(2), 417-431. http://dx.doi.org/10.13040/IJPSR.0975-8232.9(2).417-31

Ozmen,P., dan Hayrunisa, B. (2022). Evaluation Antimicrobial Activities of Melaleuca alternifolia (Tea tree) Oil Moutwash on Candida albicans and Streptococcus mutans: In Vitro Pilot Study. Acta Stomatologica Cappadocia, 2(2), 8-17. http://dx.doi.org/10.54995/ASC.2.2.2

Pamudji, J.S., Marlia, S.W., dan Angelia. (2014). Formulasi Sampo Anti Ketombe yang Mengandung Tea Tree Oil dan Pengujian Aktivitas Sediaan Terhadap Malassezia furfur. Acta Pharmaceutica, 39(1&2), 7-14. https://doi.org/10.5614/api.v39i1%20&%202.5189

Pertiwi, O. N., Ratih, A., Dita, C.E.D. (2020). Kajian Efektivitas Penggunaan Zic Pyrithione dalam Sediaan Sampo Antiketombe. Prosiding Farmasi, 6(2), 861-865. https://doi.org/10.29313/.V6I2.24020

Pople, J.E., Bhogal, R.K., Moore, A.E., dan Jenkins, G. (2019). Changes in Epidermal Morphology Associated With Dandruff. International Journal of Cosmetic Science, 41, 357-363. https://dx.doi.org/10.1111/ics.12539

Prabu, S., Sultan, A., dan Chickiyan, S. (2022). Salicylic Acid Based Hyperbranched Polyester: Synthesis, Characterization, Optical Properties and Antimicrobial Activity. Macromolecular Research, 26, 831-837. https://doi.org/10.1007/s13233-018-6116-y

Rofiatiningrum, A., Harlia, E., Juanda, W. (2015). Penggunaan Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) Sebagai Antijamur pada Dendeng Daging Sapi Giling. Jurnal Fakultas Peternakan, 1(1), 1-10.

Sawitri, E. (2011). Uji Banding Efektivitas Ketokonazole 1% dengan Zink Pyrithione 1% Secara In Vitro Terhadap Pertumbuhan Pityrosporum ovale. Fakultas Kedokteran. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Smith, H. R. dan Alfred, E. B. (2022). Benson’s Microbiological Application Laboratory Manual. McGraw-Hill, New York.

Sumarno, A. M., Rina, K. S., Rahmawati, S. P. (2022). Comparison Antifungal Effect Of 50% Siwak (Salvadora persica) Ethanol Extract With Nystatin Oral Suspension On Candida albicans Biofilm (In Vitro Study). MEDALI Journal, 4(1), 47-51.

https://doi.org/10.30659/medali.4.1.47-51

Widowati, P.D., Qatrunnada, R.Z., Adinda, V.L., Septivani, N.S. , Nadhifa, R.A. (2020). Identifikasi Pengetahuan dan Penggunaan Produk Antiketombe Pada Mahasiswa UPN Veteran Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 7(1), 31-37. https://doi.org/10.20473/jfk.v7i1.21661

Wijaya, I. K. W dan Masfufatun. (2022). Potensi Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Antimikroba Dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Fungi: Literatur Review. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 18(2), 202-211. https://doi.org/10.24853/jkk.18.2.202-211

Wodnicka, A., Elzbieta, H., Maria, K., dan Halina, K. (2017). Synthesis and Antifungal Activity of New Salicylic Acid Derivatives. Polish Journal of Chemical Technology, 19(1), 143-148. https://doi.org/10.1515/pjct-2017-0019

Yasin, M., Younis, A., Javed, T., Akram, A., Ahsan, M., Shabbir, R. (2021). River tea tree oil: Composition, antimicrobial and antioxidant activities, and potential applications in agriculture. Plants, 10 (10), 1-14. https://doi.org/10.3390/plants10102105

Published

2025-03-29