Pola Pemberian Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.9444Keywords:
Hypertension, Geriatric, Prescription patternAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh pasien usia lanjut (geriatri) dengan persentase kejadian terbanyak yaitu sebesar 57,6%. Hipertensi pada pasien geriatri dapat disebabkan karena penurunan fungsi organ, sehingga akan lebih rentan terkena penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pola pemberian antihipertensi serta kesesuaian pengobatan hipertensi pada pasien geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB tahun 2017. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan metode pendekatan observasional secara retrospektif terhadap pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB. Pengambilan data dilakukan dengan metode Total sampling terhadap 97 pasien geriatri. Data yang diperoleh dari bagian rekam medik dan resep ditabulasi dengan software microsoft excel. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa terapi untuk hipertensi didominasi oleh obat dengan dua kombinasi yaitu amlodipin dan valsartan (88%). Obat tunggal didominasi oleh amlodipin (75%). Kesesuaian peresepan dilihat dari dosis dan frekuensi terapi antihipertensi telah sesuai 100% dengan pedoman pengobatan, namun jenis obat yang digunakan hanya mencapai 99% dilihat dari pemberian kombinasi 3 antihipertensi dengan kombinasi golongan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (captopril) dan golongan Angiotensin Receptor Blocker (candesartan) yang menimbulkan potensi interaksi mayor dan efek samping (1%). Kata Kunci: Hipertensi, Geriatri, Pola Pemberian Obat.  Hypertension is a disease that affects geriatric with the highest percentage of incidence was 57.6%. Hypertension in geriatric patients can be caused by decreased organ function, so they are more susceptible to disease. The purpose of this study was to describe the pattern of antihypertensive drugs also the appropriateness of hypertension therapy in geriatric patients. This study was held in the inpatient Installation of the NTB Provincial Hospital in 2017. The design of this study was descriptive by collecting data retrospectively on 97 geriatric patients. The data obtained from the medical record and prescription sections were processed using Microsoft Excel software. The result showed that the therapy for hypertension was dominated by combination drugs which consist of amlodipine and valsartan (88%) and single drugs were dominated by amlodipine (75%). The appropriateness of prescription was seen from the dosage and frequency in the main therapy (hypertension) was 100% according to the treatment guidelines, but the type of drug that used was only 99% which seen from the giving combination of 3 antihypertensive drugs of Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitor (captopril) and Angiotensin Receptor Blocker (candesartan) groups which caused interactions major and side effects (1%).References
Alawiyah, Anisahtul dan Mutakin, 2013, Analisis Amlodipin dalam Plasma Darah dan Sediaan Farmasi, Farmaka, Vol.15, No.3
Alaydrus, Syafika dan Toding, N., 2019, Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Geriatri Berdasarkan Tepat Dosis, Tepat Pasien dan Tepat Obat di Rumah Sakit Anutapura Palu Tahun 2019, Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, Vol.5, No.2
Andayasari, L., dan Cicih, O., 2015, Determinan Hipertensi di Puskesmas dan RSUD Kabupaten Natuna, Jurnal Biotek Mediasina Indonesia, Vol.4, No.2
Anggraini, D.A, 2009, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari Sampai Juni 2008. http://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/02/.pdf (Diakses: 20 Desember 2019)
Arif, D.R., dan Hartinah, D., 2013, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Pusling Desa Klumping UPT Puskesmas Gribig, Kudus : STIKES Muhammadiyah Kudus.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019, Jakarta : Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Halim, M. C., Retnosari, Andrajati., Sudibyo, Supardi, 2015, Risiko Penggunaan ACE-I Terhadap Kejadian Batuk Kering pada Pasien Hipertensi di RSUD Cengkareng dan RSUD Tarakan DKI Jakarta, Jurnal Kefarmasian Indonesia,Vol.5 No.2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014, Hipertensi, Jakarta Selatan : Pusat Datadan Informasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018, Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018, Jakarta : Pusat Data dan Informasi
Muhadi, 2016, JNC 8 : Evidence-based Guideline Penanganan Pasien Hipertensi Dewasa, Jakarta : CDK-236/ Vol. 43 No.1, p.54.
Palupi, R., Gunawan, A., Sala, R., Triastuti, E., 2013, Profil Pola Terapi Antihipertensi dan Kontrol Takanan darah pasien ERSD (end renal disease), Malang.
Pratiwi, V.R. dan Tala, ZZ., 2013, Gambaran Status Gizi Pasien Hipertensi Lansia di RSUP H. Adam Malik Medan, e-Jurnal FK USU, Vol.1, (1):1-5.
Primasari, P.Y dan Artini, I.G., 2015, Gambaran Deskriptif Pola Penatalaksanaan Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Tahun 2013, e-jurnal Medika Udayana, Vol 4(1):2.
Putri, Luh S.A., Bagus, Komang S., I, Made, J., 2019. Gambaran Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2016, Jurnal Medika Udayana, Vol. 8 No.6
Tirtasari, Silviana dan Nasrin, Kodim, 2019, Prevalensi dan Karakteristik Hipertensi pada Usia DewasaMuda di Indonesia, Tarumanagara Medical Journal, Vol.1, No.2
World Health Organization, 2015, A global brief on hypertention : silent killer, global public health
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)
