Uji Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K)
DOI:
https://doi.org/10.20527/jps.v6i2.7346Abstract
ABSTRAKÂ Penentuan kadar sari larut air dan etanol adalah metode kuantitatif untuk jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang mampu tertarik oleh pelarut. Kedua cara yang hampir sama tersebut didasarkan ada kelarutan senyawa yang terkandung dalam simplisia. Secara turun temurun masyarakat dayak meratus dan dayak amandit menggunakan kumpai mahung (eupathorium inulifolium h.b.&k) sebagai obat diare dan malaria. Masih jarang penelitian menggunakan tanaman ini, sehingga peneliti bertujuan untuk mengetahui kadar sari larut air simplisia serbuk dan ekstrak daun kumpai mahung dengan metode yang telah ditetapkan oleh farmakope herbal. Hasil penelitian kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol tanaman kumpai mahung pada serbuk memiliki nilai 19,54% dan 16,13%. Pada ekstrak memiliki nilai 19,53% dan 14,55%. Tumbuhan yang satu family yaitu asteraceae menyebutkan bahwa kadar sari larut air tidak kurang dari 5%, yang berarti hasil memenuhi persyaratan materia medika indonesia.Kata kunci: Sari Larut Air, Sari Larut Etanol, Kumpai Mahung, AsteraceaeABSTRACTÂ Determination of water-soluble and ethanol extract contents is a quantitative method for the amount of compound content in a simplicia that can be attracted by the solvent. Both methods are almost the same based on the solubility of the compounds contained in simplicia. For generations, the Meratus and Amandit Dayak communities use kumpai mahung (Eupathorium inulifolium H.B. & K) as a medicine for diarrhea and malaria. Research is still rare to use this plant, so researchers aim to determine the content of water-soluble extract of simplicia powder and mahung kumpai leaf extract by the method established by herbal pharmacopoeia. The results of the research showed that the concentration of water-soluble extracts and ethanol soluble extracts of this plants on the powder had values of 19.54% and 16.13%. The extracts have values of 19.53% and 14.55%. One family plant, Asteraceae, states that the water-soluble extract content is not less than 5%, which means the results meet the requirements of Indonesian medical material.Keywords:Â Water Soluble Extract, Ethanol Soluble ExtractReferences
Alegantina, S., Isnawati, A., Widowati, L., 2012. Kualitas Ekstrak Etanol 70% Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Dalam Ramuan Penambah ASI. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2008. Farmakope Herbal Indonesia (Edisi I). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Febrianti Dwi Rizki, Rakhmadhan Niah. 2018. Analisis Kandungan Flavonoid Dan Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Anona Muricata L.) Pada Mencit Jantan Secara In Vivo. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (3)2 304-311
Gunarti, N.S., 2017. Uji Pendahuluan Dan Karakterisasi Buah Kawista (Limonia accidisima) Khas Karawang. Universitas Islam. Bandung.
Krisyanella, Nana Susilawati, dan Harrizul Rivai. 2013. Pembuatan Dan Karakterisasi Serta Penentuan Kadar Flavonoid Dari Ekstrak Kering Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.). Fakultas Farmasi, Universitas Andalas (UNAND). Padang.
Muharrami, L.K., Munawaroh, F., Ersam, T., 2017. Inventarisasi Tumbuhan Jamu Dan Skrining Fitokimia Kabupaten Sampang. Universitas Trunojoyo. Madura.
Nugrahani, R., Andayani, Y., Hakim, A., 2016. Skrining Fitokimia Dari Ekstrak Buah Buncis (Phaseolus vulgaris L) Dalam Sediaan Serbuk. Universitas Mataram. Nusa Tenggara Barat.
Roring, N., Yudistira, A., Lolo, W.A., 2017. Standarisasi Parameter Spesifik Dan Uji Aktivitas Antikanker Terhadap Sel Kanker Payudara T47d Dari Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume). Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Sembiring Bagem Br dan Sintha Suhirman, 2014, Pengaruh Cara Pengeringan dan Teknik Ekstraksi Terhadap Kualitas Simplisia dan Ekstrak Meniran, Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung, 509-513
Simanjuntak, H.A., 2017. Potensi Famili Asteraceae Sebagai Obat Tradisional Di Masyarakat Etnis Simalungun Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Senior. Medan.
Utami, Y.P., Taebe, B., 2016. Standardisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus alba L.) Asal Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi. Makassar
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)
