Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Metode DPPH

Authors

  • Nuraina Mardiah Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat
  • Catherina Mulyanto Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat
  • Audifa Amelia Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat
  • Lisnawati Lisnawati Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat
  • Dyah Anggraeni Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat
  • Dina Rahmawanty Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jps.v4i2.5768

Abstract

Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yang mampu menghambat 50% absorbansi DPPH. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Kulit bawang merah diekstraksi, dilakukan skrining fotokimia, dan dilakukan penetapan IC50 antiradikal bebas. Rendemen ekstrak kulit bawang yang diperoleh adalah sebesar 5,381 %. Berdasarkan penelitian ini diketahui ekstrak kulit bawang merah mengadung polifenol, flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan triterpenoid, kuinon serta seskuiterpen dan monoterpen. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit bawang merah dapat dilihat dari nilai IC50 yaitu sebesar 15,44 ppm sedangkan IC50 kuersetin yaitu sebesar 2,69 ppm. Nilai IC50 ekstrak kulit bawang merah yang diperoleh termasuk dalam golongan antioksidan yang sangat aktif. Kata kunci: Allium ascalonicum L.; antioksidan

Downloads

Published

2017-11-05

Issue

Section

Jurnal Pharmascience