Analisis Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Obesitas dan Hiperkolesterolemia di Puskesmas Pal III Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.20527/jps.v9i1.11697Keywords:
Hormonal Contraception, Risk of Obesity, Risk of HypercholesterolemiaAbstract
Pengaturan kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi. Kontrasepsi hormonal seperti pil dan suntik memiliki efek samping peningkatan berat badan dan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan hiperkolesterolemia dengan penggunaan kontrasepsi hormonal pada akseptor di Puskesmas Pal III Pontianak. Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 akseptor. Metode pengumpulan data menggunakan rekam medis akseptor pengguna kontrasepsi hormonal periode Januari-Juni 2020. Pengukuran kadar kolesterol pada akseptor dilakukan dengan menggunakan alat Easy Touch® GCU dengan pengambilan sampel sebanyak satu kali. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis chi-square. Hasil analisis jenis kontrasepsi hormonal menunjukkan bahwa persentase akseptor pengguna kontrasepsi hormonal yang mengalami obesitas untuk pil KB sebanyak 17,5%, dan suntik sebanyak 32,5%. Persentase akseptor pengguna kontrasepsi hormonal yang mengalami hiperkolesterolemia untuk pil KB sebanyak 20%, dan suntik sebanyak 27,5%. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas (p value = 0,058) dan hiperkolesterolemia (p value = 0,342) dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara jenis kontrasepsi hormonal dengan risiko obesitas dan hiperkolesterolemia. Kata Kunci: Kontrasepsi Hormonal, Risiko Obesitas, Risiko Hiperkolesterolemia  Pregnancy control can be done using contraception. Hormonal contraceptives such as pills and injections have side effects of increasing weight and cholesterol levels. The purpose of this study was to analyze the relationship between obesity and hypercholesterolemia with the use of hormonal contraceptives in acceptors at the Pal III Public Health Center Pontianak. The method used was an observational study with an analytic cross-sectional design. The sampling technique was purposive sampling with the number of samples that met the inclusion criteria as many as 40 acceptors. The data collection method used medical records of acceptors of hormonal contraceptive users for the period January-June 2020. Measurement of cholesterol levels in acceptors was carried out using the Easy Touch® GCU device by taking samples once. The analysis was carried out using chi-square analysis. The results of the analysis of types of hormonal contraception showed that the percentage of hormonal contraceptive users who were obese was 17.5% for family planning pills, and 32.5% for injections. There was no significant relationship between the use of hormonal contraception at Pal III Public Health Center Pontianak with the risk of obesity (p-value = 0.058) and hypercholesterolemia (p-value = 0.342). This study concludes that there is no relationship between the type of hormonal contraception with the risk of obesity and hypercholesterolemia.References
Agustiyanti, Putri Nurul, Siti Fatimah Pradigdo, R. A. (2017). Hubungan Asupan Makanan, Aktivitas Fisik dan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kadar Kolesterol Darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(4), 737–743.
Asare, G. A. et al. (2014). Effect of hormonal contraceptives on lipid profile and the risk indices for cardiovascular disease in a ghanaian community. International Journal of Women’s Health, 6(1), 597–603.
Azkia, F. I. and Miko Wahyono, T. Y. (2019). Hubungan Pola Konsumsi Makanan Berisiko dengan Obesitas Sentral pada Wanita Usia 25-65 Tahun di Bogor Tahun 2011-2012. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(1), pp. 11–18.
Dahlan MS. (2009). Besaran Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Selemba Medika.
Darmawati dan Zaharia Fitri. (2013). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor Kontrasepsi Hormonal Di Desa Batoh Tahun 2012. Jurnal Ilmu Keperawatan, 1(1), pp. 1–8.
Dilshad, H. et al. (2016). Effect of hormonal contraceptives on serum lipids: A prospective study. Pakistan journal of pharmaceutical sciences, 29(4), pp. 1379–1382.
Farida. (2017). Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik dan Pil terhadap Peningkatan Berat Badan pada Ibu Pasangan Usia Subur. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(2), pp. 43–47.
Gozali, T. O. dan Saraswati, M. R. (2017). Hubungan Obesitas pada Orangtua dengan Terjadinya Obesitas pada Anak Remaja SMA Di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 1(1), pp. 22–29.
Hartanto, H. (2004) Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Sinar Harapan.
Hasan, M, Mayulu, N. & Kawengian, S. (2013). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Obesitas pada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil Manado. Jurnal e-Biomedik, 1(2), 946–950.
Kartika,Yusri & Ronoatmodjo, S. (2019). Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Obesitas pada Wanita Usia Subur di Indonesia: Analisis Data IFLS 5 Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 101–110.
Lestari, W. A. dan Utari, D. M. (2017) “Faktor dominan hiperkolesterolemia pada pra-Lansia di wilayah kerja Puskesmas Rangkapanjaya kota Depok,†Berita Kedokteran Masyarakat, 33(6), pp. 267–272.
Listiyana, Aulia Dewi, Mardiana. & Prameswari, GN. (2013). Obesitas Sentral dan Kadar Kolesterol Darah Total. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(1), 37–43.
Lizarelli, P. M, Martins WP, Vieira CS, Soares GM, Franceschini SA, Ferriani RA, Patta MC. (2009). Both a combined oral contraceptive and depot medroxyprogesterone acetate impair endothelial function in young women. Contraception, 79(1), 35–40.
Mulyaningsih, R.E. & Sudrajat, FB. (2016). Hubungan Penggunaan KB Hormonal dengan Kejadian Obesitas pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 3(2), 1–6.
Nurmainah, N., Wahdaningsih, S. and Innas, S. Q. (2020) “Analisis Pengaruh Penggunaan Depot Medroxyprogesterone Acetate Terhadap Kenaikan Berat Badan Akseptor di Puskesmas Perumnas II Pontianak,†Jurnal Pharmascience, 7(2), pp. 149–155.
Okeke, CU, Braide SA, Okolonkwo BN, Okafor R, Eneh PC, Adegoke A. (2011). Comparative Effects of Injectable and Oral Hormonal Contraceptives on Lipid Profile. European Journal of Cardiovascular Medicine, 2(1), 20–22.
Pusat Data dan Informasi Kementrain Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Keluarga Berencana. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-kb.pdf
Accessed: 9 Maret 2021.
Rahma, Siti, Andi Mursyidah, Y. Y. R. (2019) “Kadar Gula Darah Pengguna Kontrasepsi Hormonal,†Jambura Nursing Journal, 1(2), pp. 73–84.
Sari, Y N, Abidin, U.W. & Ningsih, S. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Ibu dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 47–59.
Sriwahyuni, E, & Wahyuni, C. U. (2012). Hubungan antara Jenis dan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor. The Indonesian Journal of Public Health, 8(2), 112–116.
Syukaisih (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(1), pp. 34–40.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.jpg)
